AsikBelajar.Com | Sekurang-kurangnya ada empat filsafat perencanaan, yaitu filsafat sintesis (synthetis), rasionalisme (rationalism), pengembangan organisasi (organizational development), dan empirisme (empiricism).

1. Sintesis
Manheim (1949) memandang perencanaan sebagai suatu cara berpikir dan Dahl & Linblon (1953) memandang perencanaan sebagai suatu proses pengambilan keputusan. Etzioni (1969) memandang perencanaan sebagai proses bimbingan sosial di mana kontrol sosial dan konsensus harus diarahkan untuk mengoptimalkan keseimbangan antara pengawasan yang ketat dengan konsensus yang lemah. Ditambahkan oleh Etzioni bahwa perencanaan adalah proses psikologis dalam bentuk pembelajaran yang menekankan pada transaksi interpersonal.

2. Rasionalisme
Menurut paham rasionalisme, perencanaan dipandang sebagai suatu bentuk pengambilan keputusan, suatu proses yang mengikuti langkah-langkah prosedural dalam pengambilan keputusan.

3. Pengembangan Organisasi
Benis (1969) berpendapat bahwa perencanaan menurut pandangan pengembangan organisasi adalah sebagai salah satu metode perencanaan, yaitu proses pembelajaran mengenai kesadaran dan perilaku anggota organisasi.

4. Empirisme
Penganut empirisme membagi teori perencanaan atas 1) aliran yang memusatkan perhatiannya pada aspek politik dan realitas fungsi ekonomi pada skala nasional, dan 2) aliran yang memfokuskan perhatiannya pada berbagai studi politik pembangunan kota.

Sumber:
Usman, Husaini. 2011. Manajemen: Teori, Praktek, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Hal.64.

Keyword terkait:
administrasi pendidikan dalam profesi keguruan, administrasi pendidikan menurut para ahli, administrasi pendidikan dan manajemen pendidikan.

Leave a Comment