Menurut asal katanya, “competency” berarti kemampuan atau kecakapan. Kompetensi juga
diartikan “… the state of being legally
competent or qualified
”, yaitu keadaan berwewenang atau memenuhi syarat
menurut ketentuan hukum. Arti kompetensi guru adalah “the ability of a teacher to responsibly perform his or her duties
appropriately
”, artinya kemampuan seorang guru dalam melaksanakan
kewajibannya secara bertanggungjawab dan layak (Muhibbin Syah, 2004 : 229). 

Menurut Depdiknas, kompetensi adalah pengetahuan,
keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir
dan bertindak. Arti lainnya, kompetensi adalah spesifikasi dari pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang dimiliki seseorang serta penerapannya di dalam
pekerjaan, sesuai dengan kinerja yang dibutuhkan lapangan (Depdiknas, 2004 : 3
– 4). Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki setiap guru akan menunjukkan
kualitas guru yang sebenarnya. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk
penguasaan pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional dalam
menjalankan fungsi sebagai guru. 
  
Pengertian lain dikemukakan oleh Mulyasa (2005 : 37 –
38), yaitu kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan,
nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Menurut  Anderson S & Ball S (1978 :
3), kompetensi guru adalah himpunan pengetahuan, kemampuan, dan keyakinan yang
dimiliki seorang guru dan ditampilkan dalam situasi mengajar.  

Menurut Gordon (dalam Mulyasa, 2005 : 38 – 39), ada enam
aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi, yaitu : (1)
pengetahuan (knowledge), yaitu
kesadaran dalam bidang kognitif, (2) pemahaman (under-standing), yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki
individu, (3) kemampuan (skill),
sesuatu yang dimiliki individu untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang
dibebankan kepadanya, (4) nilai (value),
suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu
dalam diri seseorang,  (5) sikap (attitude), perasaan (senang – tidak
senang, suka – tidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang
dari luar, dan (6) minat (interest),
yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan.

Leave a Comment