6 Cara Menumbuhkembangkan Kewirausahaan

AsikBelajar.Com | Artikel ini diambil dari buku Kewirausahaan karangan Suparyanto, mudah-mudahan dapat menginspirasi bagi kita semua dalam menumbuhkan semangat berbisnis ria bagi masyarakat Indonesia. Karena sudah banyak data yang menunjukkan bahwa, semakin banyak penduduk yang dapat melakukan kewirausahaan, maka semakin maju tingkat ekonomi masyarakat tersebut. Inilah artikel yang dapat kita jadikan referensi:

6 cara menumbuhkembangkhaanan kewirausa

Membumikan jiwa kewirausahan di Indonesia merupakan tugas dan tanggung-jawab dari berbagai pihak: Pemerintah, pengusaha, akademisi, cendekiawan, dan semua unsur masyarakat harus bahu-membahu guna terwujudnya pemanfaatan secara optimal kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri sendiri. Hal tersebut tentunya tanpa mengabaikan untuk memanfaatkan setiap peluang yang muncul dari sumber ekstern.

Terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan. Cara-cara yang sebaiknya ditempuh antara lain:

1. Kewirausahaan dijadikan sebagai pelajaran atau mata kuliah wajib
Jiwa kewirausahaan dapat dimiliki seseorang sebagai bakat pembawaan sejak kelahirannya. Jiwa kewirausahaan juga dapat dibentuk melalui proses pendidikan dan pengalaman. Sehubungan dengan itu alangkah baiknya jika kewirausahaan diajarkan dan dipraktikkan mulai dari bangku pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Kesuksesan misi pendidikan kewirausahaan baik di sekolah maupun di kampus tentunya sangat ditunjang oleh ketersediaan guru dan dosen yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan. Selain itu kurikulum harus disusrm sesuai dengan kebutuhan dimia usaha saat ini dan masa yang akan datang.

2. Mengubah paradigma lama di masyarakat tentang wirausaha
Banyak anggota masyarakat yang menilai lebih tinggi terhadap status orang yang bekerja dari pada berwirausaha. Setelah menyelesaikan pendidikan, mayoritas masyarakat akan mencari pekerjaan. Mereka beranggapan orang yang terhormat adalah yang memiliki pekerjaan tetap, apalagi jika pekerjaan tersebut sebagai pegawai negeri dan pegawai BUMN. Tidak jarang anggota masyarakat yang bersedia mengorbankan sejumlah uang yang tidak sedikit agar mendapatkan posisi sebagai pegawai negeri atau pegawai BUMN. Sebaliknya mereka menganggap rendah atau bahkan sebagai ”pengangguran” terhadap orang yang membuka usaha sendiri atau berwirausaha. Paradigma ini harus diubah dan diluruskan karena pada hakikatnya wirausahawan itu adalah pahlawan pembangunan.

3. Pemerintah sudah selayaknya untuk memberikan penghargaan kepada wirausahawan
Wirausahawan sangat berjasa dalam perekonomian. Mereka membuka kesempatan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi efek negatif dari masalahmasalah sosial. Dengan demikian sudah selayaknya jika pemerintah memberikan penghargaan kepada mereka yang sudah berjasa ini. Penghargaan ini tentunya tidak hanya diartikan sekedar dalam nilai uang, tetapi dukungan yang luas terhadap munculnya berbagai sektor usaha dari masyarakat. Minimal pemerintah mempermudah terbitnya perizinan bagi usaha-usaha yang terbukti dapat menyerap banyak tenaga kerja. Mempermudah bergulirnya aliran kredit kepada para pengusaha yang memiliki usaha yang layak ditinjau dari berbagai aspek, walaupun tidak memiliki agunan yang memadai. Penghargaan dapat juga dilakukan dengan bantuan pada aspek pemasaran dan teknologi.

4. Meningkatkan nilai tambah atas kekayaan alam Indonesia
Indonesia adalah negara yang dianugerahi kekayaan alam yang nilainya tiada terhingga. Kekayaan alam tersebut tidak ada artinya jika tidak mampu dimanfaatkan dengan meningkatkan nilai guna sumber potensi alam tersebut. Selama bertahun-tahun lamanya, sejarah telah mencatat bahwa kekayaan alam Indonesia baik di darat maupun di laut banyak dikeruk oleh bangsa lain baik melalui transaksi legal maupun tindakan ilegal. Sangat sedih jika kita melakukan introspeksi bahwa kekayaan alam Indonesia dikeruk bangsa lain. Mereka mengolahnya menjadi barang-barang yang memiliki nilai tambah tinggi, lalu dijual kembali kepada bangsa kita sebagai negara asal bahan mentah atau bahan baku atas barang-barang import tersebut. Sngguh lebih menyedihkan lagi, ternyata bangsa kita merasa bangga mengkonsumsi barangbarang import yang bahan mentahnya berasal dari negara kita. Sudah, saatnya bangsa Indonesia dengan tangan-tangan terampil yang memiliki jiwa kebangsaan yang luhur untuk memanfaatkan sumber kekayaan alam bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

5. Melakukan pemerataan pembangunan secara nyata
Selama bertahun-tahun dan beberapa kabinet selalu didengung-dengungkan tentang pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Masyarakat Indonesia menghendaki peningkatan kesejahteraan secara merata bagi seluruh lapisan. Tentunya bukan slogan lagi tentang pemerataan pembangunan yang diperlukan. Indonesia sudah diakui dunia Internasional sangat piawai dalam menyusun konsep dalam berbagai aspek. Akan tetapi yang lebih penting dan ditunggu masyarakat adalah realisasi secara konkrit atas semua konsep dan slogan-slogan tersebut.

6. Adanya jaminan perlindungan atas usaha dan karya cipta
Negara kita sudah memiliki undang-undang dan peraturan tentang hak cipta, hak paten, dan sejenisnya. Walaupun demikian yang lebih diperlukan adalah bagaimana semua undang-undang dan peraturan yang ada diaplikasikan dalam kehidupan usaha sehari-hari. Tidak jarang suatu produk baru yang diluncurkan ke masyarakat dari hasil penelitian dan percobaan selama bertahuntahun, sehingga menjadi produk yang ”luar biasa”, tetapi tidak seimbang dengan manfaat yang diterima oleh penciptanya. Hal tersebut terjadi karena produk itu umumnya hanya bisa bertahan dalam jangka waktu yang sangat singkat, yaitu tidak lama kemudian telah muncul produk imitasi yang menirunya secara bebas. Perlindungan bagi produk baru tersebut seakan-akan tidak ada, sehingga akan mematikan semangat para inovator untuk menciptakan produk-produk unggulan di masyarakat.

Setelah semua hal tersebut di atas direalisasikan secara konkret; maka langkah berikutnya bersumber dari setiap anggota masyarakat secara pribadi. Setiap individu harus memiliki kreativitas untuk berkarya dan terus berkarya. Tidak perlt1 berpikir panjang dari mana dan dari siapa memulai semua hal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. jawabannya sudah jelas “mulailah dari diri sendiri”. Kerjakanlah apa yang dapat dikerjakan sekarang, jangan menunggu sampai hari berikutnya. Kerjakanlah secara baik, dan lebih baik lagi apa yang dapat dikerjakan, maka hasil yang diperoleh pun tentunya akan lebih baik lagi. Prinsipnya adalah Anda yang akan menentukan. nasib dan masa depan Anda sendiri. Oleh karena itu, ubah dan tingkatkan derajat nasib Anda dari sekarang.

Sumber:
Suparyanto, R.W. 2012. Kewirausahaan: Konsep dan Realita pada Usaha Kecil. Bandung: Alfabeta. Hal.24-27.

Keyword terkait:
kewirausahaan menurut para ahli, kewirausahaan atau entrepreneurship, kewirausahaan cara mendirikan usaha, upaya usaha membangun kewirausahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *