8 Bentuk Metode Penelitian & Contohnya

AsikBelajar.Com | Metoda di sini menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penelitian. Metode penelitian dapat berbentuk : metode penelitian survei, ex post facto, eksperimen, naturalistik, policy research (penelitian policy), action research (penelitian tindakan), evaluasi, dan sejarah. Berikut ini diterangkan secara singkat tentang beberapa metode penelitian:

  1. Penelitian Survei
    Kerlinger (1996) mengatakan bahwa “penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis.” Penelitian survei biasanya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam, tetapi generalisasi yang dilakukan bisa lebih akurat bila digunakan sampel yang representatif. Misalnya penelitian tentang :
    a. Pengaruh kemampuan dan motivasi kerja pegawai terhadap kualitas pelayanan masyarakat di Dinas Kebersihan Kota Surabaya.
    b. Pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja pegawai di Dipenda Kota Balikpapan.
    c. Pengaruh partisipasi orang tua siswa dan tindakan kepala sekolah terhadap pelaksanaan MBS di Kota Makassar.
    d. Pengaruh kinerja guru dan abilitas guru terhadap pelaksanaan jabatan fungsional guru di Dinas Pendidikan Daerah istimewa Yogyakarta.
    e. Pengaruh kasus bom Bali terhadap perubahan iklim investasi di Indonesia.
    f. Hubungan keterampilan dan pengetahuan siswa terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 2 Bangil – Pasuruan – Jawa Timur.
    g. Hubungan kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja pegawai di Bagian Keuangan Provinsi Banten.
    h. Sikap masyarakat dan pemahaman masyarakat dalam hubungannya dengan pemilihan presiden secara langsung 2004 di Indonesia.
    i. Hubungan perencanaan pembangunan daerah dari bawah dan koordinasi antar instansi pemerintah terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan di Kota Manado.
    j. Hubungan nilai-nilai positif budaya asing dan kunjungan wisata terhadap perubahan tingkah laku remaja di Kota Denpasar Bali.
  2. Penelitian Ex Post Facto
    Sugiyono (1999:7) mengemukakan bahwa “penelitian ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian melihat ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.” Lebih lanjut dikatakan penelitian ini menggunakan logika dasar yang sama dengan penelitian eksperimen yaitu jika X, maka Y, hanya saja dalam penelitian ini tidak ada manipulasi langsung terhadap variabel bebas (independen). Misalnya: ada penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan sebab-sebab terjadinya kerusakan instalasi reaktor nuklir di lndia, jatuhnya pesawat terbang Tebing Tinggi Sumatera, Kebakaran Pabrik Bahan Baku Plastik di Gresik-Jatim. Penurunan Hasil Panen di Karawang.
  3. Penelitian Eksperimen
    Penelitian dengan pendekatan eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Terdapat empat bentuk metode yaitu pre experimental, true eksperimental factorial, dan quasi experimental. (Tuckman,1982:128). Penelitian eksperimen ini pada umumnya dilakukan pada laboratorium. Misalnya penelitian tentang:
    a. Pengaruh kecepatan sepeda motor merek Honda, Yamaha, Suzuki dan Beijing terhadap beban kerja.
    b. Pengaruh kekuatan baja yang diberikan perlakuan dengan menggunakan air, garam, dan oil.
    c. Pengaruh vaksin flu burung terhadap kekebalan ayam di lndonesia.
    d. Pengaruh kosmetik terhadap kelembutan wajah.
    e. Pengaruh susu bubuk terhadap perkembangan bayi.
  4. Penelitian Naturalistik
    Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara induktif (penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan-keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara umum). Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Misalnya penelitian tentang:
    a. Perspektif Jabatan Fungsional Widyaiswara dalam Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil.
    b. Model Manajemen Mutu Layanan Lembaga Pendidikan untuk Kepuasan Pelanggan.
    c. Model Kepemimpinan di Era Globalisasi untuk Menegakkan Suprimasi Hukum.
    d. Model Manajemen Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan.
    e. Pengembangan Model Sistem Pemilu di lndonesia.
  5. Penelitian Kebijakan (Policy Research)
    Policy research (penggunaan metode penelitian kebijakan) dimulai karena adanya masalah, dan masalah ini pada umumnya dimiliki oleh para administrator, manajer atau para pengambil keputusan pada suatu organisasi. Penelitian kebijakan sangat relevan bagi perencana dan perencanaan kasus-kasus sosial. Menurut Majchrzak (1984) penelitian kebijakan adalah suatu proses penelitian yang dilakukan pada masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga hasil temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan kasus-kasus di tempat kerjanya. Misalnya penelitian tentang:
    a. Pengaruh Implementasi Kebijakan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian terhadap Efektifitas Pelayanan Administrasi Kepegawaian pada Biro Kepegawaian.
    b. Perencanaan Stratejik Implementasi Kebijakan Penggalian PADS untuk Meningkatkan Efektivitas Pelaksanaan Otonomi Daerah.
    c. Pengaruh Kebijakan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat melalui Proyek Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil (P4K) terhadap Perubahan Persepsi dan Perilaku Petani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani.
    d. Implementasi Kebijakan di Bidang Perpajakan dan Pengaruhnya terhadap Peningkatan PAD.
    e. lmplementasi Kebijakan BPPN dalam menuntaskan perbankan di Indonesia.
  6. Penelitian Tindakan (Action Research)
    Penelitian tindakan adalah suatu proses yang dilalui oleh perorangan atau kelompok yang menghendaki perubahan dalam situasi tertentu untuk menguji prosedur yang diperkirakan akan menghasilkan perubahan tersebut dan kemudian, setelah sampai pada tahap kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan, melaksanakan prosedur tersebut. Tujuan utama penelitian tindakan adalah untuk mengubah situasi, perilaku, organisasi can termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja serta sarana & prasarana. Penelitian tindakan merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. Penelitian melibatkan peneliti dan pegawai untuk mengkaji bersamasama tentang kelemahan dan dukungan prosedur kerja, metode kerja, dan alat-alat kerja yang digunakan selama ini dan selanjutnya mendapatkan metode kerja baru yang dipandang paling efisien lalu diujicobakan, dievaluasi secara terus-menerus dalam pelaksanaannya sehingga sampai ditemukan metode yang paling efisien untuk dilaksanakan. Misalnya penelitian tentang: a. implementasi Pelayanan Persampahan dalam Perencanaan Tata Kota. b. Perencanaan Prosedur Kerja dalam Rangka Perbaikan Mutu Layanan. c. Implementasi Diberlakukannya Tarif Baru BBM dalam Meningkatkan APBN. d. Pengaruh Tarif Tol terhadap Penanggulangan Kemacetan Lalu-Lintas. e. Implementasi Pemberdayaan Koperasi untuk Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan di Pedesaan.
  7. Penelitian Evaluasi
    Penelitian evaluasi dapat dinyatakan juga sebagai evaluasi, tetapi dalam hal lain juga dapat dinyatakan sebagai penelitian. Sebagai evaluasi berarti hal ini merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan, produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan. Evaluasi sebagai penelitian berarti akan berfungsi untuk menjelaskan fenomenaAda dua jenis dalam penelitian evaluasi yaitu: Penelitian evaluasi formatif yang menekankan pada proses dan penelitian evaluasi sumatif yang menekankan pada produk (Kidder, 1981:184). Hasil dari penelitian evaluasi formatif adalah ingin mendapatkan umpan balik dari suatu aktivitas dalam proses tersebut, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan program atau produk tertentu. Sedangkan penelitian evaluasi sumatif hasilnya menekankan pada efektifitas pencapaian program yang berupa produk tertentu. Misalnya penelitian tentang: a. Evaluasi Petaksanaan Kegiatan Pos Yandu di Daerah Sidomukti Sidoarjo. b. Analisis Produksi Pupuk Urea untuk Memenuhi Kebutuhan Petani. c. Evaluasi Perkembangan Tanaman Pangan untuk Meningkatkan Pendapatan Petani. d. Analisis Penegakan Hukum untuk Memberantas Korupsi di Indonesia. e. Evaluasi Pelaksanaan Pungutan Pajak NPWP Perorangan Tahun 2003.
  8. Penelitian Sejarah
    Penelitian sejarah berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Penelitian tidak mungkin lagi mengamati kejadian yang akan diteliti. Walaupun demikian sumber datanya bisa primer. yaitu orang terlibat langsung dalam kejadian tersebut atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu. Tujuan penelitian sejarah menurut Isaac (1983) adalah untuk merekonstruksi berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa Jalu secara sistematis dan objektif melalui pengumpulan data, evaluasi, verifikasi dan sintesa data yang diperoleh sehingga dapat ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan. Penelitian sejarah terutama dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang: Mengapa hal itu terjadi, kapan kejadian itu berlangsung, siapa pelaku-pelakunya, dan bagaimana prosesnya. Misalnya penelitian tentang: a. Perkembangan Penyebaran Agama Islam di Indonesia. b. Mengungkap Sejarah Soekarno sebagai Nasionalis Sejati. c. Mojopahit sebagai Cikal Bakal Negara Kesatuan Republik Indonesia. d. Perkembangan Politik di Indonesia Tahun 1945-2003. e. Gugurnya Diponegoro dalam Penyebaran Islam di Gunung Kawi – Jatim. f. Sultan Agung Menyerang Batavia Tahun 1628-1629. g. Terpisahnya Timor-Timur dari Indonesia Tahun 1998. h. Asyura (10 Muharrom 61H) sebagai Hari Kebangkitan Umat Islam. Peristiwa Ghodir Khom (18 Dzulhijjah) sebagai Tonggak Sejarah Pengangkatan Imam Ali as sebagai Kholifah Pertama. i. Pemilihan Presiden Secara Langsung 2004 Hidupnya Demokrasi di Indonesia.

Sumber:
Riduwan, 2010. Metode & Teknik Menyusun Tesis. Bandung: ALFABETA. Hal. 49-54.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *