Model Pembelajaran Concept Sentence

Model Pembelajaran Concept Sentence – AsikBelajar.Com. Concept Sentence merupakan pembelajaran dimana siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan.
Langkah-langkah pembelajaran concept Sentence
  1. Guru menyampaikan tujuan.
  2. Guru menyajikan materi secukupnya.
  3. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen.
  4. Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ tpk yang disajikan.
  5. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat.
  6. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru.
  7. Kesimpulan.

Kelebihan:
1. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran.
2. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai.

Kekurangan:
1. Hanya untuk mata pelajaran tertentu.
2. Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya…..1)

Info lain mengenai Model Pembelajaran Concept Sentence

Pengertian:
Model pembelajaran  concept sentence merupakan strategi pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan kartu-kartu yang berisi beberapa kata kunci kepada siswa, kemudian kata -kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat dan dikembangkan menjadi paragraf. Huda (2013: 315)

Sedangkan menurut Suprijono, (2013: 132) concept sentence merupakan model pembelajaran yang diawali dengan menyampaikan kompetensi, sajian materi, pembentukan kelompok heterogen, penyajian kata kunci sesuai materi bahan ajar, dan penugasan kelompok, prosedur selanjutnya dalampembelajaran ini adalah mempersentasikan hasil belajar secara bergantian di depan kelas.

Kiranawati (2007:8) mendefinisikan consept sentence merupakan model pembelajaran yang menekankan pada siswa dibentuk kelompok heterogen kemudian setiap kelompok yang sudah dibentuk masing-masing membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan.

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Erman (2009:5) memberi definisi model consept sentence adalah model pembelajaran dengan cara siswa dibentuk berkelompok dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai dengan materi yang disajikan oleh guru.

Model consept sentence prosedurnya adalah model pembelajaran dengan penyampaian kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar, tiap kelompok membuat beberapa kalimat berdasarkan kata kunci, presentasi (Herdiyan, 2009:10).

Suprijono (2012: 132) menyebutkan bahwa “Concept Sentence merupakan salah satu ragam pembelajaran aktif yang dilakukan dengan penyajian beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan.Metode pembelajaran Concept Sentence sesuai untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam pembelajaran membuat kalimat dengan menggunakan kata-kata kunci.

Menurut Purwanto (2014) dalam penelitian menyatakan bahwa model Concept Sentence dapat meningkatkan ketrampilan menulis deskripsi, sejalan dengan hal itu Anggraini (2013) juga menyatakan bahwa dengan menggunakan metode Concept Sentence dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi.

Concept Sentence pada hakikatnya merupakan pengembangan bagan dari concept attainment yang dikembangkan dari pakar psikologi kognitif, Jerome Bruner 1967(dalam Huda, 2013:315).

Menurut Arends (2008: 322), “ Concept Teaching models have been developed primarily to teach key concept that serve as foundation for student higher-level thinking and to provide a basis for mutual understanding and communication.

Yang berarti bahwa, model pembelajaran konsep telah dikembangkan untuk mengajarkan konsep-konsep kunci yang berfungsi sebagai peserta didik untuk berfikir dengan tingkat lebih tinggi dan menjadi dasar bagi pemahaman bersama dan komunikasi.

Menurut Suprijono (2012: 46), pembelajaran dengan menggunakan model CS di-lakukan dengan mengorganisasikan siswa menjadi beberapa kelompok heterogen, kemudian guru menyajikan beberapa kata kunci sesuai dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya. Kata kunci tersebut nantinya digunakan oleh siswa untuk menyusun kalimat dengan didiskusikan bersama anggota kelompok.

Sedangkan menurut Shoimin (2014: 37), model pembelajaran CS merupakan salah satu model yang dikembangkan dari cooperative learning. Guru memberikan kata kunci kepada siswa, kemudian dari kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat dan dikembangkan menjadi paragraf-paragraf. Model ini dilakukan dengan siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan.

Kelebihan:
Huda (2013: 317) menyatakan bahwa terdapat beberapa kelebihan pembelajaran concept sentence.
Kelebihan concept sentence tersebut meliputi:
1) meningkatkan semangat belajar siswa,
2) membantu terciptanya suasana belajar yang kondusif,
3) memunculkan kegembiraan dalam belajar,
4) mendorong dan mengembangkan proses berpikir kreatif,
5) mendorong siswa untuk memandang sesuatu dalam pandangan yang berbeda,
6) memunculkan kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik,
7)memperkuat kesadaran diri,
8) lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran,
9) siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai.

Kelemahan:
Huda (2013: 317) juga memaparkan kelemahan dari concept sentence. Kelemahan model pembelajaran ini yaitu:
1) Hanya untuk mata pelajaran tertentu.
2) Kecenderungan siswa-siswa yang pasif untuk mengambil jawaban dari temannya.

Langkah Prosedur:
Huda (2013: 316) mengemukakan langkah-langkah model concept sentence sebagai berikut.
1. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
2. Guru menyampaikan materi terkait dengan pembelajaran secukupnya.
3. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen.
4. Guru menyajikan beberapa kata kunci sesuai dengan materi yang disajikan.
5. Setiap kelompok diminta untuk membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat.
6. Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh guru.
7. Siswa dibantu oleh guru memberikan kesimpulan.

Sintax:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2. Guru menyampaikan materi dan siswa membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya.
3. Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen.
4. Guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap.Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia.
5. Siswa berdiskusi secara berkelompok.
6. Setelah jawaban didiskusikan, jawaban yang salah diperbaiki. Tiap peserta membaca sampai mengerti atau hafal.
7. Guru bersama siswa membuat kesimpulan.  ( Sukarto, 2012 )….2)

Sumber:
1) Ngalimun, 2012.  Strategi dan Model Pembelajaran. Banjarmasin. Scripta Cendekia.

2) http://abdulgopuroke.blogspot.com/2017/04/model-pembelajaran-concept-sentence.html, diakses tgl. 3/06/2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *