Kendala Sarana dan prasarana pelatihan

AsikBelajar.Com | Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelatihan usaha kecil adalah faktor Sarana dan prasarana pelatihan, seperti:

1. Lokasi tempat pelatihan jauh
Tidak jarang pelatihan bagi usaha kecil dilaksanakan di tempat yang jauh dari tempat para pengusaha kecil tersebut. Hal ini dapat menjadi salah satu penyebab tidak hadirnya pengusaha tersebut ke tempat pelatihan. Walaupun pada akhirnya para pengusaha hadir mereka sudah lelah setelah menempuh perjalanan yang jauh, sehingga konsentrasi mengikuti pelatihan menjadi berkurang. Kondisi serupa dapat saja dialami oleh para instruktur pelatihan.

2. Prasarana gedung pelatihan kurang memadai
Pelatihan dapat dilaksanakan baik di dalam maupun di luar ruangan. Pelatihan yang bertema manajemen usaha pada umumnya dilaksanakan di dalam ruangan atau gedung. Kelemahan yang sering muncul pada umumnya disebabkan oleh beberapa sebab yang kadang-kadang tidak diantisipasi sebelumnya oleh panitia penyelenggara. Beberapa faktor yang sering ditemui antara lain penerangan ruangan kurang memadai apalagi jika pelatihan dilaksanakan malam hari. Gedung tidak memiliki air conditioner sehingga peserta dan instruktur merasa gerah.

Tidak jarang juga pelatihan diselenggarakan di pendopo yang ada di kantor kelurahan, kecamatan, atau kabupaten. Sebagaif mana kita ketahui banyak pendopo yang dibangun tanpa dinding, sehingga jika pelatihan diselenggarakan di pendopo akan terganggu oleh berbagai hal. yang ada di lingkungan sekitar pendopo. Banyak orang yang lalu lalang di luar pendopo, banyak pedagang keliling yang menjajakan produknya dengan berteriak sehingga sangat jelas terdengar oleh peserta maupun oleh instruktur, bahkan tidak menutup kemungkinan ada anak kecil yang kencing di halaman pendopo dan terlihat jelas oleh peserta dan instruktur.

3. Peralatan pendukung kurang tersedia
Peralatan pendukung menjadi sangat penting bagi suksesnya sebuah program pelatihan. Kita tidak dapat mengabaikan arti pentingnya pengeras suara, in-focus, atau overhead, white board, alat tulis dan lain-lain. Kadang-kadang peralatan tersebut kurang memadai sehingga pelaksanaan pelatihan tidak optimum.

Sumber:  Suparyanto, R.W. 2012. Kewirausahaan: Konsep dan Realita pada Usaha Kecil. Bandung: Alfabeta. Hal. 80-81.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *