Kerusakan Lingkungan; Dampak Pertambangan Batubara di Indonesia

AsikBelajar.Com | Menurut Syawal (2013) mengatakan salah satu aktivitas manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup adalah pemanfaatan sumber daya alam (pertambangan batu bara) secara tidak terkendali, dan‘ aktivitas tersebut akan menimbulkan kerusakan lingkungan, antara lain:

a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.

b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.

c. Terjadinya tanah longsor. sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.

Kerusakan yang disebabkan oleh manusia ini justru lebih besar dibanding kerusakan akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah, dan lain sebagainya.

Menurut Muhjiddin (2012), manusia merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan di permukaan bumi ini. Peningkatan jumlah penduduk dunia yang sangat pesat, telah mengakibatkan terjadinya eksplorasi intensif (berlebihan) terhadap sumber daya alam, terutama hutan dan bahan tambang yang akibatnya ikut memacu terjadinya kerusakan lingkungan terutama yang berupa degradasi lahan. Padahal lahan dengan sumber dayanya berfungsi sebagai penyangga kehidupan hewan dan tumbuhan termasuk manusia.

Menurut Sofyan (2009), beberapa dampak yang ditimbulkan oleh pertambangan batu bara adalah:

a. Lubang tambang, pada kawasan pertambangan yang menyebabkan bumi menganga sehingga tak mungkin bisa direklamasi.

b. Air Asam tambang, mengandung logam berat yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang.

c. Tailing, mengandung logam-logam berat dalam kadar yang mengkhawatirkan seperti tembaga, timbal, merkuri, seng, arsen yang berbahaya bagi makhluk hidup.

d. Sludge, limbah cucian batu bara yang ditampung dalam bak penampung yang juga mengandung logam berbahaya seperti boron, selenium, dan nikel dan lain-lain.

e. Polusi udara, akibat dari debu (flying ashes) yang berbahaya bagi kesehatan penduduk dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Menurut Barbara Gottlieb et al (2010) bahwa kandungan racun pada abu batu baru dapat bervariasi tergantung di mana batu bara tersebut ditambang, pada umumnya abu batu bara mengandung beberapa logam beracun paling mematikan di dunia seperti; arsenik, timbal, merkuri, kadmium, kromium, dan selenium.

Sumber:
Fitrah, Hastirullah. 2018. Material Tanah Bekas Tambang Batubara & Pembenahan. Yogyakarta: Thema Publishing. Hal.13-14.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *