Macam-Macam Desain Eksperimen

AsikBelajar.Com | Dalam buku Prof. Sugiyono berjudul Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods) dibahas beberapa macam bentuk desain penelitian eksperimen yang terdiri dari:

1. Pre-Experimental Design
Dikatakan pre-experimental design, karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh. Mengapa?, karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random.

Bentuk pre-experimental designs ada beberapa macam yaitu:
a. One-Shot Case Study ;
b. One-Group Pretest-Postest ;
c. Intact-Group Comparison.

Penjelasan tentang bagian a, b, dan c tersebut lengkapnya klik disini.

2. True Experimental Design
Dikatakan true experimental (eksperimen yang betul-betul), karena dalam desain ini, peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok control dan sampel dipilih secara random.

Bentuk True experimental terdiri 2 (dua) macam design yaitu:
a. Posttest-Only Control Design;
b. Pretest-Posttest Control Group Design;

Penjelasan tentang bagian a dan b tersebut lengkapnya klik disini.

3. Factorial Design
Desain penelitian ini merupakan pengembangan/modifikasi dari design true experimental. Penjelasan klik disini.

4. Quasi Experimental Design
Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Walaupun demikian desain ini lebih baik dari preexperimental design. Quasi-experimental design, digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian.

Dalam suatu kegiatan administrasi atau manajemen, sering tidak mungkin menggunakan sebagian para karyawannya untuk eksperimen dan sebagian tidak. Sebagian menggunakan prosedur kerja baru yang lain tidak. Oleh karena itu, untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan kelompok kontrol dalam penelitian, maka dikembangkan desain Quasi Experimental.

Berikut ini dikemukakan dua bentuk desain quasi eksperimen, yaitu:
a. Time-Series Design;
b. Nonequivalent Control Group Design.

Penjelasan tentang bagian a dan b tersebut lengkapnya klik disini.

Sumber:
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Hal. 110-118.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *