Organisasi sebagai Sistem Sosial

a. Definisi
Sistem ialah subsistem-subsistem yang saling berinteraksi, berkorelasi, dan berdependensi yang membentuk suatu kesatuan utuh melebihi jika subsistem-subsistem bekerja sendiri-sendiri (sinergik). Sistem itu ibarat seikat sapu lidi.Jika lidi itu bekerja sendiri-sendiri, maka hasilnya akan lebih sedikit dibandingkan kalau diikat bersama-sama. Jika lidi-lidi itu disatukan menjadi sebuah sapu lidi maka akan sulit dipatahkan. Ia akan membentuk kekuatan baru yang melebihi masing-masing kekuatan lidi. Keadaan ini disebut sinergik.

Dalam sistem berlaku semboyan bercerai kita runtuh, bersatu kita teguh. Pemikiran tentang sistem muncul dengan semakin kompleks dan banyaknya masalah yang dihadapi dan semakin independennya bagian-bagian dalam suatu sistem.

Dalam suatu sistem, apabila salah satu subsistemnya berubah, maka akan dapat mengubah sistem itu secara keseluruhan. Sebagai contoh, penyusunan jadwal kuliah merupakan suatu sistem. Jika salah seorang dosen minta diubah jam kuliahnya maka akan memengaruhi jam kuliah dosen lainnya secara menyeluruh.

b. Tujuan
Tujuan mempelajari organisasi sebagai sistem adalah:

(1) untuk mengetahui faktor-faktor sosial yang dapat memengaruhi keefektifan orgamsasi;

(2) mengendalikan faktor-faktor sosial tersebut;

(3) memberikan keterangan mengenai perubahan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki sistem;

(4) agar dalam memecahkan masalah organisasi tidak terkotak-kotak atau sepotong-sepotong, tetapi utuh dan menyeluruh.

Sumber:
Usman, Husaini. 2011. Manajemen: Teori, Praktek, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Hal.161-162.

Keyword terkait:
pengorganisasian dalam manajemen, pengorganisasian dan struktur organisasi, pengorganisasian dan organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *