Peranan Informasional Manajer Pendidikan

AsikBelajar.Com | Menerima dan menyampaikan informasi adalah aspek terpenting bagi setiap manajer seperti yang disarankan Mintzberg (Stoner & Freeman, 2000). Peranan informasional menurut Mintzberg (Stoner & Freeman, 2000) meliputi peranan sebagai monitor; disseminator, dan spokesperson.

Peranan kepala sekolah/madrasah sebagai monitor; ia mencari informasi di dalam dan di luar sekolah/madrasah secara konstan. Informasi diperoleh antara lain melalui kontak-kontak dengan jaringan kerja, membaca buku dan hasil penelitian, membaca koran, dan memanfaatkan internet. Peranan kepala sekolah/madrasah sebagai monitor mengakibatkan kepala sekolah/madrasah sebagai orang yang paling banyak memiliki informasi terbaik dibandingkan dengan pendidik dan tenaga kependidikannya. Sebagai monitor, kepala sekolah/ madrasah sering dijadikan tempat bertanya oleh pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua peserta didik, anggota komite sekolah/madrasah, dewan sekolah/madrasah, aparat pemerintah, dan masyarakat (Stoner & Freeman, 2000). Akhirnya, sebagai monitoz; ia mengelola sistem informasi sekolah/ madrasah, pemanfaat kemajuan teknologi informasi. Di samping itu, ia juga sebagai pelaksana pemantauan, pengevaluasian, dan pelaporan.

Peranan kepala sekolah/madrasah sebagai disseminator, ia mendistribusikan informasi-informasi penting kepada pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua peserta didik, anggota komite sekolah/madrasah, dewan sekolah/madrasah, aparatur pemerintah, dan masyarakat. Dalam beberapa kasus, kepala sekolah/madrasah bertanggung jawab memberikan informasi-informasi penting yang dibutuhkan pendidik dan tenaga kependidikannya sehingga pendidik dan tenaga kependidikannya dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara profesional (Stoner & Freeman, 2000).

Peranan kepala sekolah/madrasah sebagai spokesperson, ia bagaikan menjadi seorang diplomat. Sebagai seorang diplomat ia harus mampu berbicara dengan penuh diplomasi dan mampu membuat pendengarnya terpesona dan siap melaksanakan yang ia bicarakan. Sebagai orator yang profesional, kepala sekolah/madrasah menyampaikan pembicaraannya di depan pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua peserta didik, anggota komite sekolah/madrasah, dewan sekolah/madrasah, aparatur pemerintah, dan masyarakat dalam rangka membangun citra positif mereka terhadap sekolah/madrasahnya (Stoner & Freeman, 2000). Sebagai spokesperson, ia juga dapat berperan sebagai pemotivasi atau pengarah (leading).

Sumber:
Usman, Husaini. 2011. Manajemen: Teori, Praktek, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Hal.20-21.

Keyword terkait:
administrasi pendidikan dalam profesi keguruan, administrasi pendidikan menurut para ahli, administrasi pendidikan dan manajemen pendidikan.

Baca Artikel Lainnya:

Beri Komentar Terbaik Anda, tks