Pertumbuhan Fisik Peserta Didik

AsikBelajar.Com | Pertumbuhan fisik adalah pertumbuhan struktur tubuh manusia yang terjadi sejak masih dalam kandungan hingga ia dewasa. Proses perubahannya adalah menjadi panjang (pertumbuhan vertikal) dan menjadi tebal/lebar (pertumbuhan horisontal) dalam suatu proporsi bentuk tubuh. Pertumbuhan sebelum lahir dimulai sejak terjadinya pembuahan (fertilisasi) antara sel telur dengan sel sperma yang kemudian berkembang menjadi embrio. Ketika usia embrio mencapai satu bulan, besarnya sekitar 0,5 cm. Pada usia dua bulan, ukuran embrio membesar menjadi 2,5 cm dan kemudian disebut sebagai fetus. Satu bulan kemudian, yaitu usia kandungan mencapai tiga bulan, fetus tersebut telah berbentuk menyerupai bayi dalam ukuran kecil dan menurut ajaran Islam pada usia tiga bulan kehamilan tersebut anak dalam kandungan mulai ditiupkan ruh kehidupan.

Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat kompleks karena masa tersebut merupakan masa terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan syaraf yang membentuk sistem yang sempurna. Selama masa perkembangan dalam kandungan tersebut, terjadi pertumbuhan pesat pada jaringan otak. Pertumbuhan jaringan otak menentukan kualitas perkembangan kognitif anak. Pertumbuhan dan perkembangan janin diakhiri saat kelahiran. Kelahiran pada dasarnya merupakan pertanda kematangan biologis dan jaringan syaraf telah mampu berfungsi secara mandiri dalam pengertian tidak tergantung lagi pada suplai dan kendali tali pusar dalam kandungan ibunya.

Pertumbuhan fisik setelah lahir merupakan kelanjutan dari pertumbuhannya sebelum lahir. Proses tersebut melibatkan pertambahan berat, pertambahan panjang, dan pertambahan ketebalan tubuh, yang berlangsung hingga dewasa. Selama tahun pertama pertumbuhannya, ukuran panjang badannya akan bertambah menjadi sekitar tiga kalinya.

Pertumbuhan bukannya tidak terbatas. Pertumbuhan pertama-tama dibatasi oleh faktor genetis yang diturunkan. Pemenuhan kebutuhan energi dan zat-zat gizi esensial dibandingkan dengan kecukupannya, serta kehadiran zat beracun juga membatasi bentuk dan ukuran tubuh. Pembatas lain adalah rasio luas permukaan dengan volume tubuh, sebagai bagian terpadu dari mekanisme homeostasi.

Terdapat dua hukum pertumbuhan fisik yang berlaku umum dan menyeluruh (Satoto, 1993), yaitu hukum chepa locaudal dan hukum proksimodistal. Menurut hukum chepalocaudal, pertumbuhan dimulai dari arah kepala menuju ke kaki. Bagian kepala tumbuh lebih dahulu daripada daerah-daerah lain. Kematangan pertumbuhan juga berlangsung lebih dahulu di bagian kepala, kemudian berlanjut ke bagian-bagian lain dari tubuh. Bayi baru lahir sudah dapat menggerakkan mata atau bibir, kemudian pada masa berikutnya mampu menggerakkan lengan dan tangan dan kemudian disusul dengan kemampuan menggerakkan tungkai dan kaki. Sebagai akibatnya, bayi yang baru lahir memiliki kepala yang secara proporsi lebih dari bagian lain. Pada masa-masa pertumbuhan berikutnya, kepala secara proporsional menjadi lebih kecil.

Menurut hukum proximodistal, pertumbuhan berpusat dari daerah sumbu (proximo) ke arah tepi (distal). Alat-alat yang berada di daerah sumbu, misalnya jantung, alat-alat nafas, dan pencernaan tumbuh lebih dahulu dan lebih pesat dibandingkan di daerah tepi, misalnya anggota gerak badan.

Sumber:
Dra.Hj.Sitti Hartinah DS, MM. 2011. Pengembangan Peserta Didik. Bandung: PT Refika Aditama. Hal. 33-34.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *